Ketika masih tinggal di kampung, saya sering mendengar lagu-lagu merdu yang dimainkan seorang pengamen tua menggunakan harmonikanya. Pak Slamet, nama pengamen itu, adalah orang yang sederhana. Walau begitu, ia selalu tampil rapi dengan baju bersih yang dimasukkan. Rambutnya dipotong pendek dan tersisir lurus ke belakang.
Ia biasanya berdiri di depan pintu dengan sikap tegak seperti orang mengheningkan cipta, lalu mulai memainkan harmonikanya. Matanya berkali-kali terpejam saat mengalunkan nada-nada yang mengalir seperti air, tanda ia sungguh kusyuk menyampaikan lagunya.
Meski tak mengerti lagu apa yang dimainkan Pak Slamet, kesungguhannya bermain harmonika telah menarik saya untuk mengetahui apa yang dia lantunkan. Dalam salah satu kesempatan, saya bertanya, “Pak, itu lagu apa?”
Ia menjawab dalam bahasa Jawa halus, yang kira-kira terjemahannya demikian: “Ini adalah lagu agar orang-orang yang mendengarnya menjadi tenteram dan damai. Banyak orang tidak tenteram karena pikiran. Semoga saya bisa membantu menenteramkan mereka.”
Jawaban itu sungguh tidak saya sangka-sangka. Tadinya saya mengira akan mendapat jawaban bahwa lagu itu lagu Jawa kuno, atau lagu pop masa lalu. Ternyata dugaan tersebut meleset. Bagaimana mungkin orang tua ini memiliki pemikiran seperti itu? dalam hati kubertanya. Tapi saya, yang waktu itu adalah seorang mahasiswa dengan pengetahuan sedikit dan nggak lulus-lulus, yang percaya hanya tindakan besarlah yang bisa mengubah dunia, kembali melontarkan pertanyaan dengan nada sedikit melecehkan, “Lalu sudah sampai mana Pak Slamet menyebarkan ketenteraman itu? Sudah berapa orang yang mendengarnya dan sembuh dari kegalauan hidupnya?”
Ia menjawab tersenyum, “Hanya pada beberapa orang yang rumahnya saya lewati di sekitar sini. Semoga ada satu atau dua di antara mereka menjadi damai karena mendengar lagu saya, walau tidak bagus saya memainkannya. Syukur kalau kedamaian itu ditularkan.”
Jawaban tersebut menunjukkan betapa besar hatinya dan membuat kecut hatiku. Dalam kesederhanaannya, pengamen tua itu memberikan apa yang bisa disumbangkan bagi orang lain. Tampaknya remeh, karena lagu-lagunya hanya dihargai seratus perak dan hanya didengar oleh segelintir orang di sebuah wilayah kecil.
Tapi ketulusan dan kesungguhannya dalam memberi, bernilai jauh lebih tinggi dari itu.
Bertahun-tahun kemudian, tepatnya beberapa hari lalu ketika sedang membaca koran mengenai bencana tsunami, saya menyadari keponakanku terus menerus memandangi deretan nama-nama
penyumbang dan jumlah yang mereka berikan bagi korban bencana di halaman lain koran.
Keponakan yang masih kecil itu kemudian bertanya, “Ndrong (dari kata gondrong, panggilan saya di rumah), kalau nyumbangnya sedikit, namanya ditulis nggak?”
“Ya ditulis juga,” jawabku, sambil menduga anak ini pasti ingin menyumbang agar namanya masuk koran.
Di luar perkiraan, jawaban itu justru membuat raut mukanya kecewa. Saya tahu sebabnya setelah dia melanjutkan, “Aku cuma punya uang sedikit. Malu kalau namanya ditulis. Kalau aku nyumbang sedikit, nggak bisa buat nolong mereka ya?”
Saat itu juga bayangan Pak Slamet terlintas. Kata-katanya, “…Semoga ada satu atau dua di antara mereka menjadi damai karena mendengar lagu saya, walau tidak bagus saya memainkannya…” seolah terdengar lagi. Teringat kalimat itu, dengan haru saya katakan pada keponakan saya, “Akan ada satu atau dua orang yang tersambung hidupnya karena sumbangan adik, walau hanya sedikit yang adik berikan. Yang sedikit itu tidak sia-sia karena akan menjadi banyak saat dikumpulkan bersama.” Sebagai catatan, kisah mengenai Pak Slamet sering saya ceritakan kepada teman-teman yang merasa putus asa karena usaha mereka menyerukan perdamaian dirasa sia-sia. Usaha mereka memerangi korupsi solah tak ada artinya. Usaha menegakkan keadilan seperti tak ada hasilnya. Saya katakan, bila dilihat dari besar kecilnya yang dilakukan, usaha Pak Slamet membagi kedamaian serasa sia-sia, seperti juga perasaan kita saat kita memperjuangkan sesuatu sendirian atau dalam skala kecil. Tapi walaupun kecil, apa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh mungkin bisa menggerakkan orang lain, seperti pengamen tua itu telah menggerakkan saya menceritakan hal ini, walau sekali lagi cerita ini hanyalah cerita biasa yang tampak sia-sia.
Namun dalam apa yang sering kita anggap sia-sia, sebenarnya tersimpan harapan karena orang-orang lain barangkali memiliki pemikiran sama. Maka tepatlah kata-kata John Lennon dalam lagunya, Imagine:
” You may say I’m a dreamer… but I’m not the only one, I hope someday you’ll join us, and the world will live as one…” Salam Kapten Piccard
sumber Kompas KCM
SEDIKIT BUKANLAH SIA-SIA
•Desember 3, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarThe Secrets: Kesaksian Iblis
•Desember 3, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarThe Secrets: Kesaksian Iblis
Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat
Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai
penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab:
“Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “Itu iblis,
laknat Allah bersamanya”.
Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. Nabi
menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya
kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab
dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan
dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang
kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut
seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya
seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu
para hadirin”,
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk
terlaknat, apa keperluanmu?” Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang
ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”. “Siapa yang
memaksamu? ” “Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:
Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan
diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah
dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta
satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin”.
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau
tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak
ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.
Orang yang Dibenci Iblis
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur,
siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu,
kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah.
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang Alim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada
orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain
selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar”.
“Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari
tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
” Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku
dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi
Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak
saalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya
1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca Alquran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam
hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara
dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari
dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Salat fajar”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Saalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”
Manusia yang Menjadi Teman Iblis
Nabi lalu bertanya: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan salat Jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja”
Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas
Rasulullah SAW lalu bersabda: “Segala puji bagi Allah yang telah
membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali: ” tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama
aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu,
sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa
melihatku.
Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari
akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang
pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang
saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas
dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak
menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa
pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama
seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu
terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis Dibantu oleh 70.000 anak – anaknya
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak
memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu
ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu
orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian
anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur
pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu
salat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang
mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang
melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya
akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di
pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan
tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu
meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu
ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari
keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah
selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh
seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.
Cara Iblis Menggoda
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia
kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar
menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah
(adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang
bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya
sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan
kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak
cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka
hanya karena satu kalimat, Cerai.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak
berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih
sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka
shalat itu dipukulkannya kemukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan
ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, ia pun menoleh. Pada saat itu aku
usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ’salatmu tidak
sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam
salatnya akan dipukul.
Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat
seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya
dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau
meletakkannya sebelum imam.
Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah
menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam
salat.
Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke
dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.
Dan ia pun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar
meninggalkan salat. Aku katakan padanya, “kamu tidak wajib salat, salat
hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan
miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.”
Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka
Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku
mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”
10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT
“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia,
Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta
dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.”
(QS Al-Isra :64)
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari
makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan
yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang
berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut
bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan
untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi
sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar
Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan
pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara,
maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai
saudaraku.
Allah berfirman, “Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaithan. “
(QS Al-Isra : 27)
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia
sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku
kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab,
“silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar
manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun,
aku hanya bisa membisikan dan menggoda.”
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana
dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul
yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada
seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk
orang yang telah ditentukan sengsara.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut
ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara
semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat: “mereka akan terus berselisih kecuali
orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119). Juga membaca, “
Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab: 38)
Iblis lalu berkata: ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena
takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi
dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin
mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang
terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak
berbohong.”
Masih sekolah mbak???
•Maret 24, 2009 • & KomentarHari minggu kemaren, tepatnya tanggal 22 maret 2009, aq dan teman2 kos pergi ke HOS (House Of Sampoerna). Eh, ada 1 penyelundup di rombongan kami yaitu MeLitong S.Kom. Kami berangkat dari kos jam 15.30 dengan mengendarai motor. Nyampek di HOS kira2 jam 4an lah…. udah pada parkir motor semua, kami berjalan menuju pintu masuk..ketemu ama pak satpam… terjadi sedikit perbincangan dg pak satpam..
pak satpam: masih sekolah mbak??
aq : kuliah pak..
pak satpam: maaf mbak, kl masih SMA dilarang masuk ..
aq : loh…kami ini mahasiswa pak….bukan anak SMA….bahkan ini uda ada yg sarjana lho..
pak satpam: oh,..maaf mbak…silakan masuk…
ckckckck….kali ini meli tersinggung dibilang masih SMA,..padahal dia slalu bangga kl orang2 menganggap dia masih SMA atau bahkan masih SMP …wakakakkaka… *piss meL…
yak…masuk HOS, sesi poto2 langsung mulai dah… uda bosan dengan yang di lantai 1, pergilah ke lantai 2… dan masih poto2 juga di lantai 2… jepret sana jepret sini berkali-kali…yang jaga HOS bilang ke aq “mbak, maaf..dilantai 2 gak boleh poto2″… lah ini si petugasnya kok baru nyadar ya…padahal blitznya nyala…uda jepret sana sini kok baru ditegur… gapapa..berarti uda dikasih kesempatan poto2 di lantai terlarang itu..wakakakkaka…
hmm..pengen poto2 lg di HOS tp bawa cameranya yg analog skalian, biar hasilnya lebih memuaskan…
hanya Engkau
•Februari 22, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarTerkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku MerindukanMu
Terpuruk ku di sini
Teraniaya sepi dan ku tahu pasti
Kau menemani
Aku teringat, pada janjiMu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan semua sepenuh hati
Aku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika hanya Kaulah sandaran hatiku
Inikah yang Kau mau
Benarkah ini jalanMu
Hanyalah Engkau yang ku tuju
Pegang erat tanganku
Bimbinglah langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirMu
TA (-_-)
•Februari 13, 2009 • Tinggalkan sebuah KomentarTA?? Tugas Akhir maksudnya atau di universitas lain disebut skripsi. Tugas Akhir merupakan mata kuliah juga meskipun kita tidak ada sesi kelasnya, namun ada sesi bimbingan. Sama dengan mata kuliah yang lain, Tugas Akhir juga ada UASnya tapi biasa disebut dengan sidang. Special karena sidangnya di depan dosen penguji dan pembimbing. Lebih “menyeramkan”
.
Dan sekarang aku ngambil mata kuliah TA, sebenarnya dari semester yang lalu sudah punya judul TA dan dosen pembimbing, namun di awal semester ini aku memutuskan untuk ganti judul TA-ku karena data yang aku butuhkan untuk TA susah di dapat T.T. Sampai mana TA-ku sekarang??? Yaaaaa….tahap penulisan proposal. Perjalanan TA-ku masih panjang, namun 14 teman seperjuanganku sudah berhasil menyelesaikan TA-nya dan alhasil mereka LULUS dari kampus Teknik Informatika ITS…..SELAMAT ya teman-teman…. Semoga kalian Sukses selalau…amiiinnn…dan tentunya sukses bagi kita semua yang sedang mengerjakan TA
.
berhasil vs gagal
•November 24, 2008 • & Komentaruya_keren: Kata org kl mau brhasil g blh ngeluh
uya_keren: Sblum urusan slsi g blh putus asa
uya_keren: Kl drop di tengah jln namany udh gagal tuh
Hello world!
•Februari 14, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar Terakhir